Idul Adha 2026: Sekali Berkurban, Manfaatnya Mengalir Hingga Palestina

Kurban Rendangmu

Kurban Idul Adha 2026 semakin dekat. Namun, ada pertanyaan penting yang jarang kita renungkan: sudah sampai ke mana, sesungguhnya, manfaat kurban kita?

“Dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah” Firman Allah dalam Surah Al-Kautsar itu bukan sekadar perintah ibadah vertikal kepada Tuhan. Ia juga merupakan seruan kepedulian horizontal terhadap sesama manusia—agar orang lain pun merasakan nikmat yang mungkin belum sempat mereka rasakan.

Idul Adha seharusnya bukan hanya momen makan besar-besaran. Ia adalah momentum berbagi yang lebih bijaksana dan bermakna. Setiap tahun, jutaan kilogram daging kurban tersebar di seluruh penjuru negeri. Sayangnya, distribusinya tidak selalu merata. Daerah perkotaan sering kebanjiran daging, sementara wilayah terpencil dan korban bencana justru tak sempat merasakannya.Daging mentah habis dalam hitungan hari. Manfaatnya pun berhenti di situ.

Di sinilah Kurban RendangMu hadir sebagai solusi. Program inovasi ketahanan pangan dari Muhammadiyah ini mengolah daging kurban menjadi rendang kemasan siap saji—bukan sekadar diolah biasa, melainkan melalui proses berstandar, higienis, dan terjamin kehalalannya. Hasilnya adalah produk yang tahan hingga dua tahun dalam suhu ruang, tanpa bahan pengawet.

Artinya, manfaat kurban Idul Adha 2026 tidak berhenti setelah sepekan.Distribusi RendangMu menjangkau wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—yang selama ini sulit dijangkau distribusi daging segar. Bahkan, program kurban Muhammadiyah ini telah menyalurkan bantuannya hingga ke Palestina.

Inilah yang membedakan RendangMu dari kurban lainnya. Jika kurban biasa manfaatnya terasa sesaat, RendangMu menghadirkan dampak sosial yang jauh lebih panjang dan luas. Berkurban melalui program seperti RendangMu adalah langkah nyata untuk menjawab persoalan ketimpangan distribusi daging kurban yang selama ini terjadi. Selain tetap menunaikan syariat, kita juga ikut mengurangi pemborosan pangan.

Dengan begitu, manfaat kurban tidak berhenti hanya di meja makan keluarga tertentu. Ia terus mengalir—ke pelosok negeri, ke wilayah bencana, bahkan ke negeri yang sedang berdarah-darah. Kurban terbaik bukan yang dagingnya paling banyak, tetapi yang manfaatnya paling jauh mengalir. Sudah saatnya kita berpikir lebih dari sekadar menyembelih—dan mulai bertanya: kurban Idul Adha 2026 kita, sampai ke mana? (Media Lazismu sl3)

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Scroll to Top